SYAITAN,IBLIS DAN JIN

tugas mata kuliah aqidah islam
Dosen pengampu : H. ITANG KOMAR,SHI., MM.

Di susun oleh:

Rifa Purnama sari 1801217
Rida Parida Rachmatillah 1801149
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
Latarbelakang 1
Rumusan maslah 1
Tujuan makalah 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 GAIB 2
2.2 JIN 2
2.2.1 Pengertian Jin 2
2.2.2 Unsur kejadian Jin 2
2.2.3 wujud fisik jin 3
2.2.4 Golongan jin 3
2.2.5 Tugas Jin 4
2.3 Syetan 4
2.3.1 Pengertian syetan 4
2.3.2 Manusia di sertai syetan 5
2.4 Iblis 5
2.4.1 pengertian iblis 6
2.5 Tugas Iblis dan Syaitan 6
2.6 Hikmah di jadikan nya Iblis dan syaitan 6
BAB III PENUTUP
3.1 SIMPULAN 7
3.2 SARAN 7
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
Pendahuluan

1.1 Latarbelakang
Aqidah adalah pokok-poko keimanan yang telah di tetapkan oleh Allah dan kita
sebagai manusia wajib menyakini nya. Sehingga kita dapat di sebut orang mukmin. Namun
bukan berarti bahwa ke iman itu tanamkan secaradogmatis, akan tetapi akal manusia terbatas
maka tidak semua hal yang harus di imani dapat di indra dan di jangkau oleh manusia. Salah
satunya yaitu kita harus menyakini alam ghaib yang tidak bisa di indra oleh kita.

Kehidupan manusia tidak terpisahkan dari kehidupan makhluk-makhluk gaib yang tak
kasat mata. Mengetahui tentang makhluk gaib pun menjadi penting, agar manusia dapt betul-
betul merasakan, kebesaran allh dan merasa dirinya sangat kecil di antara makhluk allah yang
lain nya. Sebagian kehidupan makhluk gaib juga berdampingan dengan kehidupan manusia,
sehingga di perlukan pengetahuan agar manusia tidak mengganggu mereka dan sebaliknya.
Ada juga sebagian makhluk gaib yang pekerjaan nya menyesatkan manusia agar tersesat dan
meninggalkan jalan allah yang lurus,dan manusia pun di perintahkan agar menghindari
rayuan mereka. Maka, salh satu cara menghindari goaan kesesatan mereka adalah mengenal
sifat-sifat mereka, asal usul, dan hikmah di ciptakan nya mereka. Namun tidak semua
mkhluk gaib di ciptakan untuk menyesatkan manusia.allah juga menciptakan makhluk gaib
yang berbuat baik dan selalu ta’at kepada nya. Oleh karena itulah, sudah sepatutnya kita
mempelajari sebagian tentang mereka.
1.2 rumusan masalah
1.Apa pengertian Jin?
2.Apa pengertian Syaitan?
3. Apa pengertian iblis?
4. Apa hikmah di ciptakan nya Jin,Iblis dan Syaitan?
1.3 Tujuan makalah
1. Untuk mengetahui pengertian jin
2. Untuk mengetahui pengertian syaitan
3. Untuk mengetahui pengertian Iblis
4. Untuk mengetahui tujuan di ciptakan nya Jin,Iblis , dan syaitan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gaib
Semua makhluk yang di ciptakan oleh Allah SWT di bagi dua macam; pertama yang Gaib
(al Gaib) yang ke dua, yang nyata (asyahadah). Gaib ialah sesuatu yang tidak bisa di jangkau
oleh manusia lewat panca indra. Al gaibi bersipat mutlak. Secara harfiah ada hal yang gaib bagi
hal yang tertentu tetapi tidak gaib bagi orang lain.
Untuk mengetahui dan mengimani wujud makhluk gaib tersebut seseorang dapt menempuh
dua cara; peratama melalui informasi yang di berikan oleh sumber tertentu ( bil akhbar). Kedua
melalui bukti-bukti nyata yang menakjubkan makhluk-makhluk gaib itu ada (bil atsar).
2.2 Jin
2.2.1 pengertian jin

Jin secara Harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi “tersebunyi” atau “ tidak terlihat”.
Bangsa jin dahulu di katakan dapat menduduki beberapa tempat di langit dan mendenagrkan
berita-berita dari Allah, setelah di utus nya seorang nabi yaitu Muhammad maka mereka tidak
bisa lagi mendengarkan nya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.
“……. Dan sesungguh nya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk
mendengar dengarkan (berita- beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang
(mencoba)mendengar dengarkan (seperti itu)tentu akan menjumpai tanah api yang mengintai
(untuk membakarnya). (Q.S al jin)
Asal pembentukan kata “Jin” dari hurup ( ج )jim ( ن) nun menunjukan makna tertutup.
Saikah al islam berkata : “ ia di namakan jin karna ketertutupan nya dari pandangan manusia”.
Kata Jin menurut bahasa arab berasal dari kata ijtinan yang berarti istirahat (
tersembunyi). Jadi Jin menurut bahasa sesuatu yang bersembunyi dan halus, sedangkan syaitan
ialah sifat dari setiap yang durhaka dari golongan jin dan manusia
Pandangan mitologi arab dalam anggapan orang-orang sebelum islam, jin di anggap
sebagai makhluk keramat yang harus di sembah dan di hormati. Orang-orang pada masa tersebut
menggambarkan nya dalam bentuk patung sembahan mereka.
2.2.2 Unsur Dasar terjadianya Jin
Tentang asal kejadian Jin, Allah menjelaskan kalau Manusia di ciptakan dari tanah maka
jin di ciptakan dari api yang sangat panas, di jelas kan dalam surat al Hijr dan ar rahman.
“………dan kami telah menciptakan jin sebelum (adam) dari api yang sangat panas”. ( al hijr
15:27)“……dan kami telah menciptakan jin dari nyala api”.( ar rahman 55;15)
Ibnu Abbas, ikrimah, mujahid dan Adhahak berkata : bahwa yang di maksud dengan
firman Allah “dari nya nyala api ialah dari api murni” yang di maksud dengan api murni adalah
tidak di campur unsur lain, seperti hal nya manusia di ciptakan dari berbagai unsur tanah.
Mereka juga berpendapat bahwa yang di maksud “api yang sangat panas” (nar al samum) atau “
nyala api” (nar) dalam firman allah di atas ialah “api murni”. Ibnu abas pernah pula mengartikan
nya “bara api”, seperti yang di kutif dalam tafsir Ibnu kastir.
Dalil nya dai hadist ariwayat Aisah, bahwasan nya Rosullullah bersabda “malaikat di
ciptakan dari cahaya, jn di ciptakan dari nyala api, dan adam di ciptakan dari apa yang di sifatkan
( di ceritakan) kepada kalian.
2.2.3 Wujud Fisik Jin
Jin dikatakan memili tanduk berukuran kecil dalam kisah lain di katakan kecil seperti lalt
memiliki sayap. Menurut ajaran agama islam jin dapat melihat manusia, namu sebalik nya
manusia tidak bisa melihat jin dalam wujud aslinya. Jikalau ada manusia dapat melihat jin maka
jin yang di lihat nya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat di
lihat mata manusia biasa
يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا
تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“ sesungguh nya ia dan pengikut –pengikut nya melihat kamu dari suatu tempat yang
kamu tidak bisa lihat mereka, sesungguh nya kami telah menjadikan setan-setan itu peminpin
–peminpin bagi orang yang tak beriman “. (al ‘arof 7;27)
Kemudian tidak seorang pun tidak dapt melihat jin, bila mereka mengubah diri
(menjelma)dalam berbagai bentuk. Hanya nabi dan rosul saja yang sanggup melihat wujud
aslinya. Ada beberapa riwayat yang menjelas kan Bahwasan nya mereka mengubah diri ke dalam
benntuk di antaranya;
Menjadi seorang lelaki miskin, menjadi seorang syekh dari najd, bentuk ular,berbentuk
tikus, jin bisa berbentuk manusia seperti siapa pun kecuali sosok Nabi Muhammad SAW.
Mereka dapat mengubah wujud mereka menjadi apapun , serta bisa berwujud bani adam seperti
syaitan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk surakah bin malik. Kala mereka hendak
berwujud mereka hendak menuju bad. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak.
Seperti anjing hitam,atau juga kucing hitam karena warna hiitam itu lebih signifikan bagi
kekuatan jin dan mempunyai kekuatan panas.
2.2.4 Golongan Jin
Jin itu banyak sekali penggolongan nya, di antara mereka ada yang istiqomah
(berpendirian teguh), baik perangai nya serta bagus kelakuan nya. Tetapi adapula di antara
mereka yang bodoh, lemah akal

pikiran nya serta lalay. Di antara mereka ada pula yang kafir dan inilah yang bagian yang
terbanyak sekalidi kalangan bangsa jin itu.
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“ ,,, di antara kata ada golongan yang baik dan di antara kita ada golongan yang demikian (yakni
yang tidak baik) kita semua menempu jalan yang berlainan “ (al jin 11)

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا
“,,,,, di antra kita ada yang patuh ( memeluk agama islam), dan di antara kita ada pula yang
menganiyaya (kafir). Barang siapa yang patuh ( masuk islam) itulah yang menempuh jalan yang
benar. Adapun yang menganiyaya, maka mereka itulah yang menjadi kayu bakar jahannam,,,”.
(Q.s Jin 14-15)
2.2.5 Tugas Jin
Jin juga di perintah kan untuk mengerjakan syari’at agama sebagaimana manusia, sedang yang
mereka ikuti adalah Rosul dari manusia dalam hal ini Allah SWT berfirman:
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنْفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

“,,, hai para jin dan manusia! Bukan kah sudah dating padamu rosul-rosul yang dari golongan
mu sendiri, menerangkan ayat-ayat (keterangan-keterangan) Ku dan memberi peringatan padamu
semua tentang pertemuan nya dengan hari ini? Mereka mengatakan “ kami menjadi saksi-saksi
akan kesalahan kami sendiri mereka itu telah tertipu dalam kehidupan dunia dan mereka itu
mejadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka itulah orang-orang kafir” (Q.S al an’am 130)
2.3 SYAITAN
2.3.1 Pengertian syetan
Syetan adalah makhluk dalam agama samawi yang menggoda manusia untu berbuat jahat,
pada awal nya istilah setan di gunakan sebagai julukan untuk berbagai entitas yang menantang
kepercayaan iman manusia di dalm al kitab Ibrahim. Sejak itu agama-agama samawi mengguna
kan nama syaitan untuk nama iblis di dalam bahasa Indonesia, istilah satan bebeda makna nya
dengan setan. SATANlebih condong kepada sang iblis (diabolos) sedangkan setan lebih
mengacu kepada roh-roh jahat (diamond). Perubahan makna itu karena syaitan
tidak di terjemahkan langsung dari bahasa ibrani, melainkan melalui bahasa arab, sehingga
terjadi pergeseran makna. Tokoh yang di kenl sebagai setan pertama kali muncul dalam tanakah
sebagai seorang penuntut surgawi dan salah satu anak elohim yang tundukkepada Yahweh. Ia
menuntut bahasa yehuda dalam pengadila surgawi menyuci kesetian. Pengikut yhwey dengan
membut dia mendeita selama priodeintertestamental sean berubah menjai mahluk jahat dengan
sipat-sipat yang amat mengecilkan dan berlawanan dengan tuhan (kemungkinan pengaruh dari
tokoh Angra mainyu dalam agama Zoroastrianisme) dalam afokrifa kitab yobel, Yahweh
memberkan wewenang atas malaikat yang telah jatuh kepada mastema untuk menggoda manusia
agar mereka berbuat dosa, dan juga untuk menghukum mereka.
Penampilan luar satan di deskripsikan di dalam alkitab, tetapi semenjak abad ke 19 dia
sering muncul dalam seni Kristen dengan tanduk, telapak kaki yang memiliki rambut tebal dan
juga ekor: ia juga sering kali telajang dan memegang garpu rumput. Penggambaran ini
merupakan penampilan berbagai dewa pagan. Termasuk pan toseidon, dan bes satan juga acap
kali muncul dalm sastra Kristen, khusus nya dalam buku inperno kaya dan tealighieeri. Satan
sendiri hingga kini sering muncul dalam flm, acara televise, dan music.
Menurut ajaran islam, kata setan pada dasarnya memiliki arti sebagai kata sifat, yang bisa
di gunakan kepada makhluk dari golongan jin, manusia,dan hewan. Kemudian ibnu kastir
menyatakan pula bahwa setan adalah semua yang keluar dari tabi’at jenisnya dengan kejelekan.
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ
فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
“….dan demikian lah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, manusia, dan (dari jinis)
jin.sebagian mereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah untuk
menipu(manusia) . (al an’am :112).
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa allah menjadikan setan dari jinis manusia seperti
halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka di sebut setan. Karena akhlak dan
per buatan nya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya. Dan karna jauh nya
dari kebaikan.

2.3.2 Setiap manusia disertai syaitan
Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan oleh aisyah RA, tatkala aisyah cemburu kepada
nabi Muhammad SAW Rosulullah berkata pada aisyah :” ya rosulullah, apakah aku di sertai
syaitan? “ beliau menjawab: “Ya” aisya bertanya lagi : “ apakah engkau juga di sertai syaitan ?”
jawab rosul “Ya” , tetapi Tuhan ku memberikan pertolongan kepada ku untuk menghalangi nya,
sehingga ia pun menyerah”.dar hadist di atas di ketahui bahwa setiap kita di sertai syaitan
kemana pun kita peri yang selalu melakukan kemaksiatan.
2.4 IBLIS
2.4.1 Pengertian Iblis
Iblis adalah suatu nama yang berasal dari bahas arab, dari asal kata “iblas” yang berarti
putus asa dari rahmat Tuhan. Iblis berasal dari golongan jin sebagai mna tercantum dalam al
Quran. Iblis dahulunya adalah seorang jin yang sangat taat dan berlmu, sehingga ia pun tinggal
di dalm surge. Namun karena ke sombongan nya, yaitu tidak mau sujud penghormatan terhadap
nabi adam, ia pun mendapatkan laknat dari allah dan di keluarkan dari surga. Namun sebelum itu
di keluarkan, iblis meminta kepada allah agar tidak di matikan sampai hari kiamat untuk
menggoda anak cucu adam, dan allah mengabulkan permintaan nya tersebut. Sebagai mana
firman allah dalam surat ashod , ayat 80-81 yang artinya : sesungguhnya engkau (iblis) termasuk
golongan yang di berikan penangguhan waktu, sampai hari yang di ketahui (kiamat).
2.5 TUGAS IBLIS DAN SYAITAN
Sebagaimana yang telah kita bahas bahwasan nya iblis di berikan umur panjang sampai
hari kiamat untuk menggoda keturunan nabi adam. Dalam segi kedudukan iblis adalah pemimpin
para syaitan. Sebagaimana di riwayatkan dari jarir RA dari Nabi SAW bersabda: “ sesungguhnya
iblis itu meletakan singasananya di atas air, kemudian dia mengirimkan pasukan nya.yang paling
dekat dengan iblis (diantra anak buahnya) maka dialah yang paling terhebat dalam membuat
pitnah (kejahatan) ”iblis dan syaitan menggoda manusia dengan cara melupakan mereka dari
mengingat allah (dzikrullah). Oleh karena itu allah SWT berfirman dalam Alqur’an menjadikan
iblis dan syaitan itu sebagai musuh, agar manusia membenci mereka dan tidak tergoda oleh tipu
daya manusia.
2.6 HIKMAH DI CIPTAKAN IBLIS DENGAN SYAITAN
Dalam kehidupan manusia setan dan iblis adalah sebagai penggangguyang menyesatkan
manusia, dan mengajak manusia menjadi penghuni neraka.sehingga dengan demikian iman
manusia pun betul-betul di uji manusia juga harus memikirkan akibat dari sebuah kesalahan dari
yang di kerjakan oleh iblis sehingga ia di keluarkan dari surga dan mendapatkan laknat Allah,
agar manusia tidak melakukan hal yang sama dalam kehidupan nya.

BAB III
PENUTUP

3.1 SIMPULAN
Pada dasarnya manusia di perintahkan untuk percaya kepada hal-hal yang gaib,dan manusia tidak
akan percaya terhadap hal tersebut jika tidakmengenal dan mengetahui tentang hal itu.percaya tentang
hal gaib suatu keharusan karena tanpa manusia sadari ada mahluk allah yang hidup dan berada di sekitar
nya.
3.2 SARAN
Dengan selasainya makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca dan penyusun.

DAFTAR PUSTAKA

Http://Tafsir web.com/2254-surat-al-anam-ayat-130)
Referensi: https://tafsirweb.com/11454-surat-al-jin-ayat-14.html
Referensi: https://tafsirweb.com/11451-surat-al-jin-ayat-11.html
Referensi: https://tafsirweb.com/2236-surat-al-anam-ayat-112.html
Referensi: https://tafsirweb.com/2481-surat-al-araf-ayat-27.html
https://konsultasisyariah.com/10504-perbedaan-jin-setan-dan-iblis.html
https://www.google.com/amp/s/www.islampos.com/ini-bedanya-jin-setan-dan-iblis-44149/amp/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Setan
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s